Covid-19 Menyerang, Kita bisa apa?
| Sumber : thumb.idea.good |
Hampir satu bulan berlalu wabah Covid-19 atau yang biasa kita kenal dengan “virus corona” menyerang negeri tercinta, Republik Indonesia. Bilangan angka sebulan ini telah menjatuhkan pasien dalam jumlah banyak di berbagai wilayah Indonesia. Virus ini tidaklah seperti musibah air bah atau gunung meletus yang gejalanya kasat mata dan dapat dirasai. Tetapi, ia adalah jenis makhluk super kecil yang bergerak cepat tanpa sempat mata pembesar mengamati atau alat pendeteksi bekerja.
Nah,
melihat kecepatan penularan yang memakan korban tidak sedikit ini para pemegang
kebijakan mulai menerbitkan himbauan agar masyarakat Indonesia dapat
memperlambat bahkan mencegah penularan Covid-19. Salah satunya adalah dengan Social
Distancing (SD). Dimana masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah
seperti mengunjungi mall, pasar tradisional, berkunjung ke rumah orang lain,
sekolah, kuliah, tempat ibadah dan hal lain yang berhubungan dengan orang
banyak. Yaa, walaupun masih ada juga yang baik dengan sengaja tidak mau
melakukan SD ini baik dengan alasan meremehkan atau kewajiban harus keluar
untuk mencari nafkah misalnya.
Menurutku
ini hal yang unik dan cara paling mudah dan murah pencegahan Covid-19. Saat semua pekerjaan yang tadinya diselesaikan di luar rumah
harus dipindah-tempatkan ke rumah, atau dalam istilahnya Work From Home (WFH).
Para pekerja yang memungkinkan untuk pindah-tempat bekerja, maka akan melakukan
ini meskipun membutuhkan waktu penyesuaian juga. Termasuk juga sekolah dengan
sistem online.
Oke,
Don’t worry kalo kita harus stay di rumah aja ya! Karena ini salah satu bentuk
ikhtiar kita untuk mencegah penularan Covid-19 dan tentunya membantu petugas
medis dalam bekerja. Yaah, setidaknya mengurangi jumlah pasien yang terpapar. Lalu dengan cara ini, kita yang harus memilih stay di rumah BISA APA nih? Agar tidak jenuh dan
bosan menghadapi situasi seperti ini.
Saya
coba menuliskan beberapa hal yang bisa kita lakukan di rumah saat Social
Distancing, yaitu :
1. Menyelesaikan pekerjaan
dengan waktu dan ekspresi yang lebih fleksibel
Bekerja dari rumah seharusnya membuat kamu lebih
happy lho, kamu bisa manajemen waktu yang sesuai, dan kamu bisa berekspresi
sesukamu. Mau sambil senyum-senyum karena dengerin musik favorit, mau sambil
duduk di kursi, atau ngemper di lantai. It’s your choice guys. Kalo di kantor
mah, ga boleh begitu harus rapi dan elegan kan?
2. Menghabiskan waktu bersama
keluarga (Quality Time)
Waah, ini kabar membahagiakan sebenarnya untuk
yang selama ini sulit kumpul bareng keluarga. Wabah Covid-19 menyatukan kalian,
eaa... Bener banget. Dengan kondisi seperti ini, kamu bisa menghabiskan waktu
bareng keluarga untuk memperkuat hubungan antar anggota keluarga. Ada banyak hal
yang bisa dilakukan bersama, misalnya beres-beres rumah bareng, masak bareng,
main bareng, belajar bareng, murojaah bareng, dan bareng-bareng lainnya.
Manfaatkan waktu sebaik mungkin saat bersama keluarga. Sedangkan bagi anak
kost, hemmm manfaatin juga waktunya barengan kosan tercinta. ^^
![]() |
| Sumber : https://callmesartika.files.wordpress.com/ |
3. Silaturahmi Online
“Laa yadkhulul jannata qoothi-ur rohiim” tidak akan
masuk surga orang yang memutus tali sailaturahmi, begitu bunyi hadits yang
sudah diajarkan kepada kita sejak TK, yang nggak TK gimana? hehe... Pindah
tugas ke rumah bukan berarti kita memutus hubungan silaturahmi dong dengan
orang lain. Tetap jalin silaturahmi meskipun harus online, kan kemarin sempat
rame tentang Papa Mama online, nah kita buat juga teman online atau sebutan
apalah.
4. Memperbaiki kualitas ibadah
Social Distancing memberi kita kesempatan untuk
memperbaiki ibadah. Mumpung di rumah dan waktu terasa lebih longgar, nggak
dikejar jam masuk dan jam pulang ‘kan? Kamu bisa manfaatin waktu untuk memperbaiki
kualitas ibadah hariannya. Tilawah lebih khusyuk, dzikir lebih lama, sholat
sunnah rawatib lebih lengkap, dhuha jalan, tahajud lebih sering, dan ibadah-ibadah
lain yang bisa kamu fokuskan lagi.
5. Belajar online
Bukan hanya sekolah yang menggunakan sistem
daring, tapi kamu pribadi juga bisa kok manfaatin fasilitas online buat
belajar. Ikut kajian online misalnya, baca ebook online, atau melakukan riset
online. Ini Social Distancing yaa, bukan LIBURAN!
Kondisi darurat seperti ini rentan sekali dengan
sebaran berita atau informasi yang simpang siur. Entah darimana saja berita itu
berasal netizen suka latah nge-forward begitu saja informasi-informasi tentang
Covid-19, yang tentunya ini bisa menimbulkan keresahan sosial. Masyarakat
menjadi parno, takut, bahkan sampai pada psikosomatis (gangguan psikis). Nah,
belajarlah menjadi netizen bijaksana. Sebar berita baik kepada sesama, bukan
menakut-nakuti, justru harus saling membangun agar kita bisa sama-sama menghadapi
wabah ini.
7. Lakukan Ber-Empat
Point terakhir dari tips ini adalah “Lakukan
Ber-Empat” di rumah. Apa itu? Belajar, Bersyukur, Bersabar,
Berbahagia. Ada sebagian orang yang lupa bahwa dalam situasi ini, bahwa kita harusnya
tidak boleh panik dan takut. Tapi, cobalah belajar mengambil hikmah dari setiap
keadaan. Bersyukur dengan apa yang kita punya hari ini. Bersabar dengan musibah
yang datang, dan Berbahagialah karena kamu masih bisa tersenyum. :)
Sekian
tips yang bisa dibagi hari ini. Ayo hadapi Covid-19 bersama-sama! Saya bisa, kamu
bisa, Indonesia bisa!
Semoga bermanfaat !


Syukron sdh Mengingatkan :) udah itu aja komentar nya🙏😀
BalasHapusAfwan.. semoga bermanfaat ya..
Hapusmantap
BalasHapuswuaahh makasih guru :)
Hapus