13 Fakta Dibalik Penanganan Covid-19 Secara Mandiri

Sumber : Data grafis WHO


Seiring dengan semakin meluasnya dampak infeksi Covid-19, mulai bermunculan pula asumsi-asumsi penanganan yang dapat diterapkan di rumah dan dianggap dapat menanggulangi infeksi Covid-19. Bebrapa asumsi tersebut akan dijelaskan berikut ini berdasarkan data yang diambil dari situs resmi World Health Organization (WHO) dengan perubahan bahasa oleh penulis.

1. Mandi air panas.
Mungkin sebagian orang berpikir bahwa dengan mandi menggunakan air panas dapat mencegah penularan Covid-19. Padahal faktanya, menurut WHO, mandi dengan air panas tidak akan mencegah penularan virus ini. Suhu tubuh manusia rata-rata berkisar antara 36,5 sampai dengan 37 derajat Celcius terlepas dari suhu kamar mandi atau shower. Sebenarnya mandi dengan air panas justru berbahaya dan dalam suhu panas yang berlebihan dapat membakar kulit. Maka, cara yang paling baik unutk melindungi dari infeksi virus ini adalah dengan rutin mencuci tangan. Karena tangan rentan sekali bersentuhan dengan mulut, hidung dan mata yang merupakan area kritis tempat penularan.

2. Makan bawang putih.
Memang benar bahwa bawang putih mengandung zat antimikrobial. Tetapi bagaimana pun belum ada bukti bahwa dengan makan bawang putih dapat melindungi orang dari Covid-19.

3. Covid-19 hanya dapat hidup di iklim dingin.
Faktanya adalah Covid-19 dapat hidup di semua area baik dengan iklim panas dan lembap atau iklim dingin. Jadi, pandangan bahwa Covid-19 ini hanya dapat hidup di cuaca dingin tampaknya harus diluruskan. Karena terbukti bahwa negara dengan iklim panas pun terdapat kasusnya.

4. Melindungi diri dengan vaksin pneumonia.

WHO mengonfirmasi bahwa vaksin pneumonia seperti Pneumococcoal vaccine atau Haemophilus influenza tipe B tidak dapat memberikan perlindungan untuk melawan Covid-19. Virus ini masih tergolong baru dan membutuhkan vaksin tersendiri. Para peneliti sedang mengembangkan vaksin khusus untuk jenis virus ini. WHO memberikan dukungan penuh terhadap kinerja para peneliti. Akan tetapi, meskipun vaksin pneumonia  tidak memberikan perlindungan dari Covid-19, pemberian vaksin untuk mencegah sakit pernapasan sangat dianjurkan guna menjaga kesehatan tubuh.

5. Membilas hidung dengan saline (larutan yang mengandung garam).
Muncul anggapan bahwa membilas hidung dengan saline dapat mencegah infeksi virus. Mungkin juga karena tradisi turun temurun yang mengajarkan bahwa air garam mengandung antiseptik. Actually, belum ada pembuktian yang menunjukkan bahwa membilas hidung dengan air garam dapat mencegah infeksi Covid-19. Pada umumnya, membilas hidung dengan garam dapat membantu meredakan flu biasa yang dialami oleh orang-orang, tetapi belum bisa mencegah masalah pernapasan. 

6. Penularan melalui gigitan nyamuk.

Pernah seseorang bertanya, waktu wabah mulai memuncak ada yang panik karena tubuhnya digigit nyamuk. Timbul pertanyaan apakah nyamuk tersebut membawa virus? Jawabannya adalah gigitan nyamuk bukan salah satu cara penularan Covid-19. Virus ini adalah virus yang menyerang organ pernapasan. Penularannya melalui tetesan cairan orang yang terinfeksi baik melalui batuk, bersin, tetesan air liur atau yang keluar dari hidung.
Lindungi diri dengan mencuci tangan rutin menggunakan air dan sabun. Lalu hindari orang yang batuk atau bersin.

7. Hanya orang tua yang rentan terserang virus.
Setiap orang baik tua atau muda dapat terinfeksi virus ini, tanpa pandang usia. Orang tua dengan riwayat penyakit lain seperti asma, diabetes, gangguan hati, dan lain-lain lebih rentan terserang Covid-19. WHO memperingatkan kepada semua usia untuk menjaga ketahanan dirinya masing-masing tanpa terkecuali.

8. Menggunakan antibiotik.
Penggunaan antibiotik sebagai sarana mencegah dan mengobati Covid-19 tidaklah efektif. Antibiotik ini hanya berfungsi terhadap bakteri.  Sedangkan Covid-19 adalah salah satu jenis virus. Namun, jika ada yang dirawat di rumah sakit, resep antibiotik tetap harus diterima, karena kemungkinan infeksi bakteri bisa saja terjadi.

9. Obat khusus untuk pencegahan.

Sampai hari ini belum ada obat khusus yang bisa digunakan untuk pencegahan dan perawatan pasien Covid-19. Bagaimana pun juga mereka yang terinfeksi virus ini harus menerima obat pereda dan perawatan yang sesuai. Sedangkan mereka yang sakit parah harus mendapat dukungan agar optimis untuk kesembuhannya.

10. Cek menggunakan thermal scanner.
Seberapa efektif penggunaan thermal scanner untuk mendeteksi orang yang terinfeksi virus? Alat ini efektif untuk mendeteksi sesorang yang sudah merasa demam atau suhu badan tinggi karena terinfeksi virus.  Akan tetapi, tidak bisa mendeteksi orang yang terinfeksi tanpa gejala. Karena membutuhkan waktu 2 sampai 10 hari bagi orang yang terinfeksi itu untuk merasakan demam.

11. Membunuh virus dengan pengering tangan.
Apakah pengering tangan dapat membunuh Covid-19? Tidak. Penggunaan pengering tangan untuk membunuh virus ini bukanlah hal yang tepat. Yang harus dilakukan adalah mencuci tangan dengan sabun lalu mengeringkannya dengan tisu, handuk atau pengering.

12. Sinar UV lampu membunuh virus.

Anggapan ini adalah salah. Karena sinar UV yang berasal dari lampu tidak dapat membersihkan tangan dari virus. Justru akan menimbulkan iritasi pada kulit.

13. Menyemprotkan alkohol atau klorin ke tubuh.
Tindakan ini tidak dapat membunuh virus yang sudah menjangkiti tubuh. Menyemprotkan zat tersebut dapat menimbulkan bahaya pada pakaian dan membran mukosa (seperti mulut, mata, dan lain-lain). Ketahuilah bahwa alkohol dan klorin digunakan sebagai disinfektan pada permukaan benda dengan persetujuan atau rekomendasi.

Demikian beberapa poin dalam penjelasan kali ini. Jangan sampai salah penanganan ya !


Semoga bermanfaat!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi : Novel Mecca, I'm Coming !

Jejak Haramain (2) : Suntik Meningitis dan Ibu

Jejak Haramain (3) : Bandara King Abdul Aziz